Teringat akan ucapan tetanggaku seorang pedagang nasi goreng, ketika ia mau mengantarkan pesanan anak kost dekat tempat mangkalnya, “Capek Mas, kalo aku ngantar kesana..”. “ Memang kenapa Mas ? “ tanyaku. “Capek naik tangganya Mas, Mba itukan kostnya dilantai tiga”. “ Oh..” jawabku. “Tapi ndak apa2 toh Mas, kalo kamu antar kesana, kamu dapat bayaran plus pelanggan” kataku.
Dari kisah ini saya dapat pelajaran, orang sukses bukanlah orang yang tiba-tiba ada diatas, tetapi mereka yang ada dibawah dan berhasil keatas walaupun dengan merangkak.
Atas itu ada karena bawah, tidak mungkin dikatakan atas kalau tidak ada bawah. Dikatakan orang itu diatas jika sebelumnya ia pernah dibawah. Sukses itu ada karena ada gagal sebab kegagalan itu sendiri merupakan proses untuk menuju kesuksesan. Orang yang ingin sukses tapi takut gagal seperti orang yang ingin diatas tapi takut naik.
Lazimnya pendaki gunung yang ingin mencapai puncak, maka ia berusaha untuk mendaki gunung tersebut dengan meniti jalan yang terjal ataupun menggunakan tali. Seorang pendaki yang sampai ke puncak dengan naik helikopter bukan pendaki lagi namanya meskipun sama-sama sampai dipuncak. Kenapa ? karena tidak melalu proses mendaki, merangkak dan sebagainya. Proses itu sama pentingnya dengan sukses itu sendiri.
Intinya tidak ada sukses tanpa kerja keras. Sukses ditentukan oleh seberapa banyak tenaga, pikiran, waktu yang kita curahkan. Kerja keras adalah sarana utama menuju sukses, dan kerja keras itu sendiri merupakan sukses kita mengalahkan kemalasan. Selain kerja keras yang telah kita lakukan, berdo’a lah kepada Allah SWT, Sang Penguasa Alam Semesta yang dapat mengabulkan segala permohonan hamba-Nya.

1 komentar:
benar juga sih..kita kayanya ingin sukses secara instant..he..he
Posting Komentar